Wednesday, December 25, 2013

Pelayaran.

...akhirnya saya tahu. Akhirnya saya memutuskan. Kalau saya akan terus berlayar, membuka layar selebar-lebarnya, menikmati setiap ombaknya, ataupun angin dengan hembusannya. Sampai saya tahu kapan dan dimana saya harus berlabuh. Bagaimana saya tahu? TakdirNya yang tentunya akan menentukan. Dan tentunya saya gak perlu khawatir, karena toh takdirNya memang selalu yang terbaik, bukan? Sekiranya semua orang tahu kalau urusan hati memang tidak pernah sederhana. Dan serumit apapun proses yang nantinya dan telah saya lewati, saya tahu kalau semuanya akan bermuara pada takdirNya yang sekali lagi; pasti yang terbaik.

Thursday, December 19, 2013

23 : 51

23 : 51 and still widely awake. menunggu balasan?

Laporan dulu. Jadi minggu ini adalah minggu terakhir yang dihadapi di semester 5-yang katanya paling berat. Yang jelas kesibukan gue minggu ini adalah mencari informasi sebanyak banyaknya (yang kemudian biasanya dilanjutkan dengan mengerjakan tugas tambahan). Oh iya fyi, gue baru pulang dari study tour hari minggu kemarin :D Gue study tour ke jogja dan mampir ke bandung, kebetulan gue dapet bis 1 yang di dalemnya ada Ala, Olga, Anin, Ozzie, Amar, Andar, dan Thelma. Mau liat fotonya ga? Hahaha 

Salam dari Prambanan dan teman teman ipa 4!:)
teman-teman bis 1 (taken by Thelma)
12 IPA 4 Rantai Emas

Sebagian dari orang orang yang membuat gue semangat sekolah 3 tahun terakhir
itu aja kali ya haha. Yang jelas dengan berbagai ke-ribet-an-nya, gue puas kok sebagai peserta dengan study tour ini, walaupun gue baru ke jogja bulan maret kemaren tapi tetep aja feelnya beda....soalnya ini acara angkatan haha. Terimakasih banyak lah RE sudah mewujudkan study tour yang sangatlah berkesan!:D

***

Hmm....apa yak. Gue bingung mau nulis apaan....terlalu abstrak. Lagi-lagi masih tentang konteks yang sama dengan 2 tahun yang lalu, walaupun jelaslah subjeknya beda. Ya mungkin (sekali lagi), am not that good in facing a situation like this. Gue gak tau pasti apa yang sedang gue hadapi saat ini, yang jelas I am enjoying what i am feeling rite now. How long will it be? I dunno. Ah.....kenapa ya yang kayak gini selalu terjadi deket-deket liburan. Kayak...harus banget gitu ya? Tapi kebetulan aja kali ya...

Kalau mereka bilang bermimpi itu tanpa batas dan gak pernah dilarang; apakah demikian hal nya dengan berharap? Diluar dari segala kemungkinan apa yang akan terjadi setelahnya, entah itu baik ataupun buruk.

Wednesday, December 18, 2013

Wednesday, December 11, 2013

Mungkin gue gak ngerti, bagaimana semesta dengan sedemikian rupa prosesnya menjadikan gue berada di situasi seperti ini sekarang. Yang gue tau, gue mulai nyaman disini. Ternyata, yang tidak terduga memang tidak selalu buruk, buat gue. Gue bingung, ada ya orang-orang yang datang dengan serta merta;begitu saja; ke dalam kehidupan lu, dan masuk dengan mudahnya ke dalam lingkaran siklus kehidupan lu. Iya, ada. Masuk dengan mudahnya sementara di sisi lain ada mereka yang telah lama bersama lu tapi gak bisa dengan mudahnya masuk ke dalam alur hidup lu. Gue gak pernah menduga kalau ternyata gue akan menghadapi alur yang sedemikian rupa seperti yang saat ini gue hadapi. Dan yang terpenting, dengan mereka; dengan orang-orang itu, yang bahkan gue sendiri tidak pernah menduga kalau saat ini, merekalah yang bikin gue semangat untuk menjalani setiap rangkaian dari alur kehidupan gue.

Kadang, waktu bukan jadi tolak ukur dalam hal-hal tertentu. Mungkin untuk jangka waktu sependek ini gue belum sejauh itu mengenal orang-orang itu. Tapi gue rasa, semua hal butuh proses. Dan saat ini gue menikmati segala proses yang gue lewati bersama mereka. Dan kadang yang lu butuhkan bukan orang-orang yang telah sangat lama bersama lu, tapi mereka yang bisa mengerti lu dengan apapun yang lu punya, tanpa memperdulikan kalau lu belum lama mengenal mereka.

Gue gak ngerti sih harus bilang apa sama mereka.Yang jelas, gue merasa beruntung, setidaknya gue tidak sendiri menghadapi alur yang dapat dikatakan cukup kompleks ini. Walaupun mungkin gue tidak memberikan pengaruh yang sama pentingnya terhadap kehidupan mereka jika dibandingkan dengan pengaruh adanya mereka di kehidupan gue, yang jelas terimakasih; untuk kalian yang namanya mungkin gak perlu gue sebutkan disini saat ini :)

Saturday, December 7, 2013

Kita - ada di jalan yang sama; dengan orientasi yang sama pula. Dan orientasi itulah yang justru secara jelas menegaskan bahwa kita; memang mungkin tidak bisa menjadi sebagaimana yang diharapkan untuk saat ini-mungkin lebih tepatnya yang saya harapkan. Bukan harapan dengan konteks yang sama dengan apa yang ada di pikiran orang lain yang saya maksud; tapi saya sendiri tidak perlu menjelaskan apa yang saya maksud itu.

Dengan jalan yang sama plus orientasi yang sama pula, rasanya aneh. bingung. Menempuh jalan yang sama yang secara tegas justru memisahkan. Orientasi saya mungkin memang bukan disana, begitupun juga dengan kamu; tapi salah gak sih kalau memikirkan; apakah suatu saat nanti jika yang-selama-ini-jadi-orientasi-kita itu sudah tercapai, kita bisa menghapuskan pembatas itu; entah itu kapan. 6 bulan lagi? atau mungkin 4 tahun lagi? Atau mungkin memang tidak akan terjadi. Who knows?

Ya....gitu sih. Ini gakjelas banget.... mungkin memang cuma saya yang ngerti. Yang penting udah nulis, titik.

Tuesday, November 19, 2013



…Kalau saja hidup tidak berevolusi, kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka… tanpa ragu kamu akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. Cukup satu. Satu detik yang segenap keberadaannya dipersembahkan untuk bersamamu, dan bukan dengan ribuan hal lain yang menanti untuk dilirik pada detik berikutnya. Betapa kamu rela membatu untuk itu. Akan tetapi, hidup ini cair. Semesta ini bergerak. Realitas berubah. Seluruh simpul dari kesadaran kita berkembang mekar. Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.
 

Surat yang Tak Pernah Sampai (2001); DEE

Monday, October 21, 2013

pola pikir

Gue gak pernah bisa pake kata-kata yang puitis atau menggunakan diksi yang cukup kompleks dalam mengutarakan pikiran gue. Jadi; saat ini gue bingung harus dengan cara apa menggambarkan situasi yang sedang gue rasakan. Karena sesungguhnya gak sekali gue kayak gini. Kasarnya; gue sedang merasa benci terhadap lingkungan sekitar gue dan membuat mereka membenci gue. Menurut gue; saat ini; sendiri dan menjadi individualis sejati adalah satu-satunya cara yang dirasa paling sesuai. Gue gak ngerti apa yang salah; lingkungan gue atau diri gue; tapi kayaknya kemunginan kedua peluangnya lebih besar sih.

Kelas 12 merubah segalanya, termasuk pola pikir gue. Bukan, bukan merubah pola pikir jadi kompleks kayak orang-orang kebanyakan gitu......bukan samasekali. Gue justru mempunyai visi untuk membentuk pola pikir se-sederhana mungkin. Caranya? Menjadi careless-dan hanya peduli pada hal-hal tertentu yang memang secara universal orang-orang akan peduli pada hal itu (contoh : Teman yang sakit). Menurut gue, gak perlu ribet-ribet mikirin orang lain, karena pada kenyataannya kalau seringkali ada yang bilang "gausah peduli sama hal-hal yang belum tentu peduli sama kita" itu benar adanya. Pada kenyataannya memang hanya segelintir orang yang benar-benar peduli. 

Gue mengaplikasikan pola pikir sederhana tersebut dalam banyak hal; misal? Gue gak tertarik untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan orang lain; sebut saja gosip terbaru yang beredar.Menurut gue, hal-hal seperti itu bukanlah sesuatu yang cukup penting untuk diberikan ruang pada otak gue. Masih banyak hal yang jauh lebih penting lainnya yang bisa gue pikirkan. Dan kembali ke pernyataan sebelumnya; secara universal kalau lu bertanya kepada orang lain akan hal-yang-beredar tersebut,  toh gak akan semuanya peduli kan? Jadi kesimpulannya sekali lagi; hilangkan kepedulian yang akan menambah beban pikiran kalau memang orang yang peduli akan hal tersebut pun sifatnya tidak secara universal.

Gue gak tau apakah kedepannya akan berjalan seperti ini ataupun tidak. Gue gak bisa bilang gue merasa nyaman dengan kondisi seperti ini. Tapi gue juga gak bisa jamin kalau gue bisa lepas dari situasi dan posisi seperti ini. Yang jelas saat ini gue (berusaha) menikmati setiap prosesnya dan (berusaha) hidup se-bahagia mungkin.